Laman

Selasa, 16 Mei 2006

Citizen Journalism (Part 2)

Kita Semua Wartawan
Bom yang mengguncang London, Inggris, 7 Juli 2005, tidak hanya mengguncang dunia karena persoalan kemanusiaan dengan tewasnya lebih dari 50 warga. Akan tetapi, bagi pengamat media massa, bom London juga dianggap "tonggak" sejarah lahirnya pers baru, yakni jurnalisme warga atau citizen journalism. (Selengkapnya)


Delapan bulan setelah saya nulis soal pers rakyat di Koran Tempo, Kompas Senin (15/5) lalu menulis soal yang sama. Tidak dijelaskan artikel itu ditulis dalam rangka apa.

UPDATE: Lalu Kamis (18/5) Pewarta Warga, Ancaman bagi Editor?

Dan....
Ilustrasi paling gampang soal citizen journalism ada di film Superman Return. Ketika editor-in-chief The Daily Planet marah-marah kepada fotografernya yang hanya dapat mengambil gambar Superman tinggi di angkasa, tidak jelas, hanya sebesar titik. Sementara seorang bocah secara eksklusif mengambil gambar dengan kamera ponselnya ketika Superman mendarat menyelamatkan seorang wanita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar