Laman

Sabtu, 25 Oktober 2014

Crowdsourcing

https://www.facebook.com/TempoMedia/photos/a.10151038309093442.457128.160355148441/10152803686688442/?type=1&theater

Ada yang menarik pada praktek crowdsourcing majalah Tempo untuk memilih ilustrasi cover edisi kabinet Jokowi ini. Kebanyakan netizen malah 'rame sendiri' ketimbang ikut berpartisipasi memilih ilustrasi yang mereka anggap sesuai.

Selama ini yang aktif mencemooh jika Tempo meminta pendapat soal cover Jokowi adalah pendukung Prabowo, tapi kali ini pendukung Jokowi pun ikut mem-bully Tempo. Ini terjadi karena 'tiba-tiba' cover Tempo dianggap 'menghajar' Jokowi.

 "Tempo akhirnya sadar," kata pendukung Prabowo.

 "Kontrak dengan Jokowi sudah habis," kata pendukung Jokowi.

Tanggapan Mas Pur, salah satu Redaktur Pelaksana Tempo:
"Tantangannya: bagaimana meminimalkan prasangka di kalangan pembaca, syukur-syukur juga mereka yang anti-Tempo. Membuka kesempatan untuk ikut pilih art work cover cuma sebagian kecil dari open journalism, yang tujuannya antara lain untuk mengembalikan dan mengukuhkan kepercayaan pada proses jurnalisme sesuatu media."

Kamis, 24 April 2014

Hong Kong 2014


TEMPO.CO, Hong Kong - Majalah Tempo kembali mendapatkan penghargaan dari Asian Media Award 2014 yang digelar World Assosiation of Newspaper and News Publisher (WAN-IFRA Asia Pacific) di Hong Kong, Kamis, 24 April 2014. Penghargaan berupa medali perunggu itu untuk sampul majalah edisi 21 Oktober 2013 dengan judul “Kapolri Pilihan Cikeas”.

Sampul yang dibuat desainer senior Tempo, Kendra Paramita, tersebut memuat gambar Kepala Polri Jenderal Sutarman dengan baju kebesaran. Ilustrasi tersebut merefleksikan isi laporan utama majalah Tempo yang mengkritisi pengangkatan Sutarman sebagai Kapolri karena banyak kalangan ragu akan kemampuannya.

Ini bukan pertama kali Tempo mendapatkan penghargaan. Sebelumnya, dalam ajang Asian Media Award 2013 di Bangalore, India, majalah ini meraih medali emas dan perak. Pada 2011, situs www.tempo.co juga meraih perak untuk kategori desain mobile media terbaik dalam Asian Digital Media Award.

“Prestasi ini membanggakan. Hampir setiap tahun majalah Tempo, Koran Tempo, dan Tempo.co mendapat penghargaan dari berbagai lembaga di Tanah Air dan luar negeri.Penghargaan ini makin memacu awak Tempo untuk lebih baik lagi dalam berinovasi,” kata Daru Priyambodo, Pemimpin Redaksi Tempo.co.

Kepala Eksekutif Hong Kong, Leung Chun-ying, saat membuka acara di Hotel Shangri-La Kowloon, Hong Kong, mengatakan kebebasan pers menjadi kebutuhan utama dunia jurnalistik. Kebebasan itu bukan hanya diakui secara konstitusional, tapi juga menjadi landasan bagi masyarakat global. "Ini adalah tentang cara hidup," kata Chun-ying.

Sumber berita: tempo.co dan en.tempo.co

Selasa, 04 Maret 2014

The Kidnapping Case

Solomon Northup diculik dan dijual untuk jadi budak. Begitu pada 20 Januari 1853, lebih dari 150 tahun lalu, New York Times memberitakan.

Judulnya kecil saja, The Kidnapping Case, menceritakan Solomon Northup diculik dan menghabiskan 12 tahun dalam perbudakan di perkebunan Louisiana sebelum bebas dan bersatu kembali dengan keluarga. New York Times mengklaim sebagai koran pertama yang mempublikasikan cerita secara keseluruhan.

Saya sudah menonton 12 Years a Slave, film yang menghidupkan kisah nyata ini dan menjadi film terbaik Academy Award 2014. Satu penggal cerita koran itu diterjemahkan dengan tepat menjelang akhir film:
When Solomon was about to leave, under the care of Mr. Northrup, this girl came from behind her but, unseen by her master, and throwing her arms around the neck of Solomon congratulated him on his escape from slavery, and his return to his family, at the same time in language of despair exclaiming, "But, Oh, God! what will become of me?"
Untuk membaca berita asli, download file pdf-nya di link ini: nytimes.com