Laman

Kamis, 24 April 2014

Hong Kong 2014


TEMPO.CO, Hong Kong - Majalah Tempo kembali mendapatkan penghargaan dari Asian Media Award 2014 yang digelar World Assosiation of Newspaper and News Publisher (WAN-IFRA Asia Pacific) di Hong Kong, Kamis, 24 April 2014. Penghargaan berupa medali perunggu itu untuk sampul majalah edisi 21 Oktober 2013 dengan judul “Kapolri Pilihan Cikeas”.

Sampul yang dibuat desainer senior Tempo, Kendra Paramita, tersebut memuat gambar Kepala Polri Jenderal Sutarman dengan baju kebesaran. Ilustrasi tersebut merefleksikan isi laporan utama majalah Tempo yang mengkritisi pengangkatan Sutarman sebagai Kapolri karena banyak kalangan ragu akan kemampuannya.

Ini bukan pertama kali Tempo mendapatkan penghargaan. Sebelumnya, dalam ajang Asian Media Award 2013 di Bangalore, India, majalah ini meraih medali emas dan perak. Pada 2011, situs www.tempo.co juga meraih perak untuk kategori desain mobile media terbaik dalam Asian Digital Media Award.

“Prestasi ini membanggakan. Hampir setiap tahun majalah Tempo, Koran Tempo, dan Tempo.co mendapat penghargaan dari berbagai lembaga di Tanah Air dan luar negeri.Penghargaan ini makin memacu awak Tempo untuk lebih baik lagi dalam berinovasi,” kata Daru Priyambodo, Pemimpin Redaksi Tempo.co.

Kepala Eksekutif Hong Kong, Leung Chun-ying, saat membuka acara di Hotel Shangri-La Kowloon, Hong Kong, mengatakan kebebasan pers menjadi kebutuhan utama dunia jurnalistik. Kebebasan itu bukan hanya diakui secara konstitusional, tapi juga menjadi landasan bagi masyarakat global. "Ini adalah tentang cara hidup," kata Chun-ying.

Sumber berita: tempo.co dan en.tempo.co

Selasa, 04 Maret 2014

The Kidnapping Case

Solomon Northup diculik dan dijual untuk jadi budak. Begitu pada 20 Januari 1853, lebih dari 150 tahun lalu, New York Times memberitakan.

Judulnya kecil saja, The Kidnapping Case, menceritakan Solomon Northup diculik dan menghabiskan 12 tahun dalam perbudakan di perkebunan Louisiana sebelum bebas dan bersatu kembali dengan keluarga. New York Times mengklaim sebagai koran pertama yang mempublikasikan cerita secara keseluruhan.

Saya sudah menonton 12 Years a Slave, film yang menghidupkan kisah nyata ini dan menjadi film terbaik Academy Award 2014. Satu penggal cerita koran itu diterjemahkan dengan tepat menjelang akhir film:
When Solomon was about to leave, under the care of Mr. Northrup, this girl came from behind her but, unseen by her master, and throwing her arms around the neck of Solomon congratulated him on his escape from slavery, and his return to his family, at the same time in language of despair exclaiming, "But, Oh, God! what will become of me?"
Untuk membaca berita asli, download file pdf-nya di link ini: nytimes.com

Sabtu, 15 Februari 2014

World Press Photo 2014, Foto Terbaik Pilihan Saya

Foto terbaik World Press Photo 2014 adalah foto temaram bulan menyinari imigran Afrika yang  mencari sinyal telepon seluler di tepi pantai Djibouti. Foto karya fotografer terkenal John Stanmeyer itu diambil dari pemenang kategori Contemporary Issues, satu dari delapan kategori kontes ini.

Menurut saya, yang layak menjadi foto terbaik tahun ini adalah serial foto jepretan fotografer Reuters, Goran Tomasevic. Menceritakan bingkai demi bingkai kematian seorang komandan antipemerintah saat menyerbu markas tentara Suriah di Damaskus, 30 Januari 2013. Foto karya fotografer yang sudah meliput daerah konflik selama 20 tahun ini "hanya" menjadi juara pertama kategori Spot News.   








Tentara antipemerintah bersiap menyerang Markas Tentara Suriah.
Kedua tentara ditembak snipper, sang Komandan terkena di bagian dada.
Sang komandan diseret ke tempat aman oleh anak buahnya yang juga tertembak.
Evakuasi
Berduka, sang Komandan akhirnya meninggal.

Goran Tomasevic juga dinobatkan sebagai Photographer of The Year oleh institusi berita Inggris The Guardian karena karya-karyanya selama 2013.

“If your pictures aren’t good enough, you’re not close enough.” -Robert Capa