Laman

Selasa, 04 Maret 2014

The Kidnapping Case

Solomon Northup diculik dan dijual untuk jadi budak. Begitu pada 20 Januari 1853, lebih dari 150 tahun lalu, New York Times memberitakan.

Judulnya kecil saja, The Kidnapping Case, menceritakan Solomon Northup diculik dan menghabiskan 12 tahun dalam perbudakan di perkebunan Louisiana sebelum bebas dan bersatu kembali dengan keluarga. New York Times mengklaim sebagai koran pertama yang mempublikasikan cerita secara keseluruhan.

Saya sudah menonton 12 Years a Slave, film yang menghidupkan kisah nyata ini dan menjadi film terbaik Academy Award 2014. Satu penggal cerita koran itu diterjemahkan dengan tepat menjelang akhir film:
When Solomon was about to leave, under the care of Mr. Northrup, this girl came from behind her but, unseen by her master, and throwing her arms around the neck of Solomon congratulated him on his escape from slavery, and his return to his family, at the same time in language of despair exclaiming, "But, Oh, God! what will become of me?"
Untuk membaca berita asli, download file pdf-nya di link ini: nytimes.com

Sabtu, 15 Februari 2014

World Press Photo 2014, Foto Terbaik Pilihan Saya

Foto terbaik World Press Photo 2014 adalah foto temaram bulan menyinari imigran Afrika yang  mencari sinyal telepon seluler di tepi pantai Djibouti. Foto karya fotografer terkenal John Stanmeyer itu diambil dari pemenang kategori Contemporary Issues, satu dari delapan kategori kontes ini.

Menurut saya, yang layak menjadi foto terbaik tahun ini adalah serial foto jepretan fotografer Reuters, Goran Tomasevic. Menceritakan bingkai demi bingkai kematian seorang komandan antipemerintah saat menyerbu markas tentara Suriah di Damaskus, 30 Januari 2013. Foto karya fotografer yang sudah meliput daerah konflik selama 20 tahun ini "hanya" menjadi juara pertama kategori Spot News.   








Tentara antipemerintah bersiap menyerang Markas Tentara Suriah.
Kedua tentara ditembak snipper, sang Komandan terkena di bagian dada.
Sang komandan diseret ke tempat aman oleh anak buahnya yang juga tertembak.
Evakuasi
Berduka, sang Komandan akhirnya meninggal.

Goran Tomasevic juga dinobatkan sebagai Photographer of The Year oleh institusi berita Inggris The Guardian karena karya-karyanya selama 2013.

“If your pictures aren’t good enough, you’re not close enough.” -Robert Capa

Jumat, 19 Juli 2013

Detik Terakhir

Terbit pertama kali 15 Desember 2011, hari ini Harian Detik mengabarkan penutupannya. Alasannya adalah karena mereka merasa belum bisa meraih cukup besar pembaca dengan cepat guna memastikan bahwa model bisnis Harian Detik bisa berkelanjutan dalam jangka panjang.

Kehadiran epaper yang 100 persen epaper ini menurut saya sangat visioner. Saat media lain hanya terfokus pada eforia iPad, Harian Detik paham bahwa mereka bisa membagi hasil kerja kerasnya ke platform lain yang lebih besar penggunanya, yaitu web pada desktop dan smartphone, juga Android.

Dari sisi desain, menurut saya kelemahan Harian Detik adalah--disadari atau tidak--mereka masih patuh pada cara mendesain media cetak: Permainan layout yang atraktif, warna-warni kontras, modifikasi jenis huruf yang beragam, dan terutama pembagian kolom yang khas media cetak.

Tampilan layout yang atraktif memang memanjakan visual, tapi tidak nyaman dibaca pada layar gadget. Justru layout datar dengan pemilihan font yang dingin menurut saya yang tepat untuk media digital. Untuk menarik secara visual, fungsi interaktifnya yang seharusnya ditonjolkan.

Pada surat perpisahan mereka di halaman 2 edisi Jumat Sore, 19 Juli 2013, mereka memakai istilah "memarkirkan", mudah-mudahan ini betul-betul hanya masa hibernasi, dan setelah ini mereka terbangun kembali dengan produk yang lebih matang.