Laman

Selasa, 28 Juni 2005

Kompas Redesign

Tukang koran (betulan) yang biasanya jam 5 lewat sedikit udah ngelempar Kompas ke teras, hari ini terlambat 1 jam... Yang pertama keliatan dari Kompas baru adalah white space vertikal yang membatasi navigasi kiri dengan berita-berita di kanan pada halaman depan.

Menurut Mario Garcia dari Garcia Media yang me-redesign Kompas (bayarnya berapa ya?), navigasi ini penting untuk memandu pembaca menemukan berita-berita dan tulisan penting (di dalam seksi bersangkutan).

White space tadi sudah menjawab keraguan, ternyata Kompas bisa lepas dari ciri konvensionalnya. Trus yang juga baru adalah adanya semacam upperdeck berwarna merah di bagian atas setiap judul (kecuali judul headline), mereka menyebutnya sebagai 'kata kunci', bahkan kata kunci ini terdapat juga di tulisan feature seperti pada rubrik "Kota Kita" (Metropolitan, halaman 25). Fungsi 'kata kunci' ini seperti upperdeck: menerangkan tentang apa berita itu.

Logo Kompas yang menjadi biru itu malah tidak saya disadari, mungkin karena bentuknya yang masih sama dengan yang lama. Kenapa dibuat biru? Menurut mereka warna biru dirasakan paling tepat untuk merepresentasikan semangat Kompas baru yang lebih dinamis dan elegan (Panduan Membaca Kompas, Halaman 38). Ngomongin warna, tiap halaman Kompas baru ini berwarna!


Foto dicuri dari blog Ardita, Kompas gak upload ke newseum hari ini

Kesan well-organized juga terasa, salah satunya karena setiap berita dipisahkan dengan berita lainnya oleh single-line tipis vertikal dan double-line horisontal, setiap berita! Dan gak tau kenapa, kecelakaan yang diakibatkan karena tidak kompaknya ukuran kolom iklan dan kolom berita justru membuat white space tersendiri yang bikin halaman jadi lebih enak dilihat, selain karena mereka juga menambah jarak dan memberi garis di antara berita dan iklan.

Navigasi tidak hanya terdapat pada halaman-halaman depan, tapi juga ada di tubuh berita yang punya berita terkait di halaman lain. Selain itu, di beberapa berita juga terdapat kutipan yang di-highlight.

Di beberapa halaman dalam ditemui berita-berita pendek yang dikelompokkan dalam berita sekilas, adanya di sebelah kiri, dibatasi white space dan garis tipis vertikal, sistemnya lumayan terbaca walaupun ukuran kolom dan tingginya gak seragam.

Teruss... setiap foto utama diberi judul caption yang diletakkan di atas foto, dipisahkan dari anak captionnya, tapi di beberapa halaman tidak konsisten, gak ada judulnya. Ketidak konsistenann lainnya: beberapa berita headline menempatkan nama penulisnya di bawah pengantar, sebelum berita, tapi pada berita headline lainnya nama penulis tetap berada di akhir cerita, kurang pede?

Pada halaman 38, infografis 'Panduan Memahami Kompas' ada keterangan di bawah logo Kompas akan ada banner (istilah mereka balkon) yang mungkin akan memuat indeks berita, tapi pada edisi perdana balkon itu tidak ada. Kita tunggu besok!

Pada redesign kali ini mereka juga mencoba gaya penulisan yang lebih padat (concise), artinya lebih pendek ya? Buat saya ini sebuah prestasi buat Kompas yang biasanya 'hobi' nulis dan bikin pembaca seperti saya udah kenyang duluan sebelum sempat membaca. Hal ini sangat keliatan pada dua buah 'Tajuk Rencana' mereka yang ringkas dan dengan 'enteng'. saya baca. Surat pembacanya juga lebih digarap, dengan meng-highlight salah satunya.

Rencananya setiap hari Kompas terbit dengan empat seksi (mereka berjanji menerbitkan minilal 48 halaman setiap hari):

1 Seksi Umum
Politik & Hukum, Opini, Internasional, Humaniora, sambungan dari halaman depan, dan Sosok di halaman belakang, ada Mario Garcia-nya hari ini! (saya tidak menemukan 'Kilasan Kawat Dunia' lagi di halaman belakang)

2 Seksi Bisnis dan Keuangan
Kenyataannya bagian ini juga berisi tiga rubrik lain yang harus rela berada di bawah bendera 'Bisnis dan Keuangan'. Ketiga rubrik itu adalah 'Metropolitan', 'Nusantara', dan 'Olahraga'. Tapi 'Olahraga' lebih beruntung sedikit karena ia dapat backcover sebagai kepala rubriknya.

3 Teropong/Fokus
Ini seksi Kompas yang jarang saya buka, isinya mungkin menarik, tapi sori mas gak punya waktu, tulisannya panjang banget!. Semoga setelah redesain ini seksi 'Teropong' lebih ramah pada pembaca seperti saya. Tapi seksi Teropong hari ini 'gue banget', karena ada satu halaman berisi infografis 'Panduan Membaca Kompas' (halaman 38).

4 Seksi Iklan
Seksi ini khusus berisi iklan, digarap dengan serius, ada indeksnya segala. Bahkan mereka mengklasifikasikannya dengan warna yang berbeda untuk masing-masing jenis iklan. Pernikahan (oranye), Otomotif (biru), Properti (hijau), Ragam (merah), Karier (ungu), dan Pemberitahuan (hitam)

Itulah Kompas hari ini. White space, upperdeck, navigasi, kutipan, dan beberapa pernik di Kompas baru memang bukan hal baru bagi koran di Indonesia, Berita Buana dan Republika sudah bermain-main dengan itu sejak 1990-an tanpa bantuan Mario Garcia :-), tapi menurut saya ini tetap sebuah prestasi bagi Kompas untuk berani berubah. Gak percuma bayar konsultan, gak percuma ditungguin sampe satu jam, gak percuma penasaran sama iklannya sejak 3 minggu ini. It's worth. (Coming soon: perbandingan Berita Buana 1990-an dengan Kompas baru).

BTW baca Kompas hari ini seperti baca blog Tukang Koran versi cetak :-p, gak percaya? follow the links!

2 komentar:

  1. Punto, meja kerja gua di kantor jadi mendunia, dipasang di blog, nongol di Internet, mengusung nama "Kompas" pula.. he he he.. *kedips*

    BalasHapus
  2. Good stuff. Thanks for a nice blog.

    Sincerely,

    Pat
    machinist

    BalasHapus