Semangat Bermain

Tadi pagi, di O-Channel saya memergoki sebuah talk show dengan pembicara (kalau tidak salah) seorang motivator. Seharusnya semua orang kenal orang itu, tapi karena saya kuper, saya hanya merasa: dia pasti orang terkenal.
Cukup blunder soal orang itu, intinya dia ngomong: seseorang disegani karena beberapa faktor, lalu dia menyebut faktor-faktor itu. Tapi menurut dia, faktor yang paling ideal adalah: bila seseorang membuat kita percaya bahwa dia terkesan dengan apa yang kita lakukan, maka orang itulah yang paling kita segani.
Saya sangat setuju dengan motivator tadi. Dari cerita yang kurang jelas di atas, saya cuma ingin melukiskan apa yang membuat saya terkesan kepada Paman Tyo.
Selain itu saya juga selalu takjub dengan keisengan yang dilakukan oleh Paman Tyo. Untuk membuat ilustrasi tulisan blog-nya dia tidak segan men-setting obyek foto dan memotretnya sendiri. Tidak berhenti di situ, kadang-kadang dia juga me-retouch, me-montage, me-lay-out-nya menjadi ilustrasi atau seperti poster. Dan hasilnya tidak hanya bagus, tapi terlihat ada semangat di dalamnya. Dan itu semua dia lakukan untuk iseng belaka, maksud saya bukan untuk pekerjaan utamanya yang sangat penting: Pemimpin Redaksi sebuah majalah komputer.
Keisengan terakhirnya adalah: dia membuat kontes desain koran untuk para blogger, namanya Koran2an Blogger. Menurut saya, ini juga upayanya menulari blogger lain untuk menjadi seperti dia: iseng yang kreatif.
Dari beberapa blogger yang tertipu dan men-submit karyanya, sementara saya mengambil kesimpulan: para pembaca koran (yang diwakili blogger) lebih suka halaman depan koran yang memuat gambar wanita sexy. So far 80% desain yang masuk memajang gambar perempuan. Atau ini mungkin karena kebanyakan submitter adalah laki-laki.
Juga kelihatan sekali semangat bermain dari para submitter. Semangat bermain ini lebih banyak pada judul, mereka membuat judul-judul yang lucu dan sarkasme. Tapi yang penting adalah semangat bermain pada layout, hampir tidak terdapat layout koran yang konvensional. Semuanya sangat breaking the rules.
Karena bagi saya pekerjaan semacam ini bukan mainan, saya sangat iri dengan proyek Paman Tyo ini. Sangat bermain dan penuh semangat. Hal itu kadang-kadang hilang dan "Udah gak lucu lagi" jika sudah menjadi pekerjaan harian. Bisa dibayangkan kalo itu terjadi, outputnya pun akan biasa-biasa saja.
Kesimpulannya, proyek Paman Tyo ini sangat rechargeable bagi saya, mungkin juga untuk teman-teman seprofesi.
Terimakasih, Paman!





8 comments:
sama, beliau secara tak langsung mengajari byk hal pada saya....
Anda berlebihan. Justru Anda yang memotivasi saya.
Bayangkan seorang desainer grafis yang karyanya saya kagumi, jauh hari sebelum kenal blognya dan baru saya telepon dua pekan lalu, bahkan korannya pun dulu saya posterkan, mau menjadikan saya sebagi mitra tukar gagasan di dunia maya, cukup lewat blog, bukan chat maupun e-mail.
(Buset, panjang banget kalimat saya).
Melalui Wicak, guru saya, pernah saya sampaikan kekaguman dan salam saya kepada Anda.
Tapi Anda juga menjengkelkan karena tahu kelemahan saya: haus puja-puji. Tolong Anda stop ya.
Minta izin, post ini saya angkut ke koran2an.info. Niat saya untuk menjadikan Anda sebagai author di sana sudah keduluan oleh review Anda.
hehehe....
salut ama paman dan tukang koran...
aku jadi ikut2an iseng, padahal kerjaan juga banyak... hihihi
Kalo saya ga iseng tapi serius, buktinya sekadar koran saya buat sampe begadang.
Siapa tahu, saya dibajak New York Times atau Times Magazine hehehe
tes tes
(kok kmrn ga bisa komen ya????)
Wah gokil tuh koran2an. Tapi koran saya kapan ya dimuat?
Buat semuanya, terutama paman tyo, salam kenal dari putra daerah.
Cerio!
sesama bus kota dilarang saling memuji woiiii ... :D
Post a Comment