Broadsheet vs Tabloid
[ Sorry, but I lost this post :-( ]
.....encetak format broadsheet untuk edisi hari kerja. Times mengikuti langkah Independent, mencetak dengan dua format, mulai November 2003 dan benar-benar menghapus format broadsheet pada November tahun lalu. endent dan times sap dan nur, tahun 1999 di jakarta juga pernah ada koran yang dicetak dalam format tabloid. namanya "monitor". konsep beritanya pendek-pendek dan mencoba agak dalam. tapi, beberapa bulan kemudian, konsepnya berubah lagi jadi tabloid mingguan. entah kenapa terus tidak ditemukan lagi di pasa....





6 comments:
Bisnis Indonesia sudah mulai format kecil kan? Gimana oplahnya ya? Semoga masih tetep :)
Koran indonesia nasibnya bisa niru saja ya? Di luar negeri sudah ada koran tisu, apakah nanti di Indonesia juga ada?
Bisnis Indonesia? Mungkin maksudnya suplemen ekonomi awal tahunnya yang 32 halaman itu ya? Kalo itu cuma suplemen aja. Koran Tempo punya suplemen (seukuran tabloid) juga: "Ruang Baca" dan "Keluarga" yang diterbitkan tiap bulan. Kalo Republika tahun lalu sempet punya "Rekor" dan "Dialog Jumat", tapi sekarang udah dijadiin satu seukuran koran induknya... kalo gak salah :-)
Nambah buat Imphonk: Gimana kalo kita sebut aja mengikuti tren?
oi! itu blog kenapa? kok jadi kayak sampul black album gt?
ohhhh tabloid. secara fisik formatnya lebih enak. dibaca di bus kota gak terlalu menyita ruang penumpang sebelah.
saya juga pernah ngomongin tabloid di http://gombal.blogdrive.com/archive/460.html
usulan untuk anda:
http://gombal.blogdrive.com/archive/94.html
bahan tertawaan anda untuk melecehkan saya:
http://gombal.blogdrive.com/archive/447.html
haha. saya sebetulnya ingin berdiskusi banyak dengan anda. lagian saya sudah pernah bilang, pernah membingkai [panil] kortem, dan saya perlakukan selayaknya poster, saya pasang di ruang rapat.
salam,
saya
Eyi: Kan Indonesia Menangis... telat, ya?
Kéré kêmplu: Mbah Kung, diem-diem saya pelanggan blog Anda, loh. Selalu menjadi suatu kehormatan Mbah Kung mampir di sini.
Bakal sangat menyenangkan kalo kita bisa ngobrol, e-mail-e-mail-an, yuk!
Post a Comment